Trik Psikologi Jika Ke Supermarket

Trik Psikologi Jika Ke Supermarket

Trik Psikologi Jika Ke Supermarket

Kegiatan belanja di Supermarket modern akhir- akhir ini jadi opsi oleh nyaris seluruh golongan, khusunya ibu rumah tangga. Bila di bandingkan, Supermarket serta Pasar Tradisional memanglah sangat jauh berbeda dari segi kenyamanan, di Supermarket tiap pramuniaga sangat peduli terhadap kenyamanan costumer sehingga mereka betul- betul merasakan semacam seseorang raja. Tetapi kamu jangan sampai terlena dengan kenyamanannya saja sebab terdapat hal- hal yang wajib kamu perhatikan dikala berbelanja di Supermarket.

Ketika kita hendak memasuki Supermarket kita akan memandang motif yang terang dengan sinar lampu yang begitu cerah di mana motif terang ini akan menarik atensi kita, kemudian kita akan melewati stand santapan semacam roti yang aromanya sangat nikmat serta ayam goreng yang begitu gurih disajikan.


Di Supermarket bahan- bahan pokok semacam beras, gula, susu, dll senantiasa di letakkan di bagian belakang sehingga kala kita hendak mencari bahan- bahan pokok, kita akan melewati jejeran snack serta minuman ringan sehingga memungkinkan kita buat membeli lebih banyak dari rencana belanja tadinya. 

 

Ingat!! Jangan sempat ke Supermarket dalam kondisi lapar sebab kala kamu berbelanja di Supermarket dikala lapar kamu akan emosional saat memandang jejeran santapan yang terasa sangat nikmat di benak kamu.


Perhatikan baik- baik harga yang tercantum pada tiap benda yang hendak kamu beli, jangan tergoda oleh diskon besar terhadap benda tertentu, bila item yang di diskon merupakan santapan/ minuman perhatikan bertepatan pada kadaluarsa/expired date dari item tersebut. 

 

Serta perlu kamu ketahui hampir segala benda yang memperoleh diskon tadinya sudah dinaikkan biayanya sehingga kamu membeli dengan harga sesungguhnya ( aku heran kenapa sampai detik ini YLKI tidak sempat menindak praktek- praktek bandel semacam itu ).

 

Apakah kamu sempat berpikir kenapa diatas harga item tertentu di tuliskan (katanya) harga sesungguhnya yang di coret? Kenapa wajib semacam itu? Sebab sudut pandang/anggapan manusia senantiasa memakai perbandingan, kamu hendak menyangka benda yang kamu beli sangat murah sehabis kamu memandang perbandingan harga yang di coret.

 

Setalah kamu berbelanja kamu akan menuju ke kasir, apa kamu tidak melihat di sana ada berbagai jenis permen? Jika kamu membawa anak-anak kamu berbelanja kemungkinan besar anak-anak kamu akan meminta agar kamu membelikan mereka permen karena kita tahu anak-anak sangat menyukai permen, dan pasti kamu akan memberikan permen sebagai hadiah untuk mereka, kecuali jika kamu adalah orang yang sangat peduli dengan gula yang dikonsumsi oleh putra-putri kamu, karena gula yang berlebih menyebabkan obesitas, dan tentunya gigi ompong juga bukan.

Berkomentarlah jika ada hal yang ingin ditanyakan sesuai Artikel