Kebijakan Peminjaman Dana Karyawan

Kebijakan Peminjaman Dana Karyawan

Kebijakan Pinjaman Dana Karyawan

Peminjaman Dana Karyawan merupakan fasilitas pinjaman dana untuk mereka yang sudah memenuhi masa kerja tertentu. Selain membantu kesejahteraan karyawan, fasilitas pinjaman juga bermanfaat bagi perusahaan itu sendiri, karena dapat menumbuhkan loyalitas dan mendorong produktivitas karyawan. 

 

Sederhananya, karyawan akan merasa berhutang budi. Selain enggan pindah kerja, karyawan akan lebih rajin bekerja dan tidak hitung-hitungan dalam menyelesaikan tugasnya. Karyawan yang mendapat pinjaman dari kantor juga akan terikat karena punya tanggungan untuk melunasinya.

 

Jenis pinjaman karyawan sebagai berikut :

1. Pinjaman untuk biaya rumah sakit atau pengobatan keluarga.
2. Pinjaman untuk biaya pembelian tiket cuti ( harus sesuai kondisi )

Syarat - syarat peminjaman dana :


1. Jika karyawan bergaji Rp 3.000.000, maksimal pinjaman tidak boleh melebihi dari gaji pokok.

 

2. Jika pinjaman melebihi dari gaji pokok karyawan tersebut maka perusahaan mempertimbangkan apakah bisa direalisasikan atau tidak, maka harus ada keputusan dari direksi/management. 

 

3. Jika dapat direalisasikan pinjaman tersebut maka perusahaan akan menetapkan pengembalian pinjaman maksimal dalam kurun waktu 12 bulan. 

 

4. Karyawan harus membuat surat Pernyataan Peminjaman ditanda tangani diatas meterai dan menetapkan berapa jumlah pinjaman dan kesanggupan yang harus dibayarkan/dicicil setiap bulannya, dan jangan sampai memberatkan si karyawan tersebut.

 

Demikianlah sekedar informasi yang bisa saya sampaikan, semoga dapat membantu para divisi HR untuk keperluan perusahaannya, semoga bermanfaat.

Berkomentarlah jika ada hal yang ingin ditanyakan sesuai Artikel