Coretanku - Drama STJ Pecah BAN ! Bus Malam Pekalongan - Tangerang

Coretanku - Drama STJ Pecah BAN ! Bus Malam Pekalongan - Tangerang

Coretanku - Drama STJ Pecah BAN ! Bus Malam Pekalongan - Tangerang

Mohon maaf karena video tidak banyak menampilkan gambar, karena saya merekam menggunakan HP dan tidak ada memori card. namun saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya saat pertama kali naik bus STJ dan merasakan drama pecah Ban.

Di video ini saya pertama kali naik bus artis di kalangan bus mania, Sudiro Tungga Jaya. saya membeli tiket bus ini di terminal pekalongan, namun start bus STJ ini dari terminal Banyuputih Batang, hingga mengambil beberapa penumpang sampai Pemalang.

Namun ketika sudah memasuki toll Pemalang, di kecepatan sedang sepi lancar, terdengar suara seperti lemparan kayu, tidak cukup keras namun merasakan ada yang tidak beres dengan bus yang saya naiki ini.
Kemudian pak sopir langsung menepi melihat apa yang terjadi, tidak tahu pasti mana yang bermasalah karena berhenti di bahu jalan yang tidak ada penerangan.

Hingga kemudian bus melaju dengan pelan sembari menemukan tempat terang atau akan memasuki rest area Pemalang.
Kru sempat menelepon orang STJ, hingga akhirnya Bus STJ lain berhenti, dan sempat diskusi mencarikan solusi.
Setelah itu akhirnya bus melaju kembali di jalur kiri sembari menuju exit toll Brebes.

Namun karena waktu itu malam Jum'at kliwon, dimana tukang tambal Ban kendaraan berat rata-rata libur atau tutup, dan pada akhirnya hanya bisa berjalan pelan sembari melihat tukang tambal ban yang masih buka, atau tidak tutup.

Alhamdulillah, setelah melewati kios telur asin brebes, akhirnya ketemu juga tukang tambal ban yang buka, tepat di sebelah kios telur asin.
dan proses penggantian ban bus STJ ini berlangsung sekitar hampir 1 jam.
para penumpang keluar, karena kebanyakan pria, dan hanya ada satu wanita ibu-ibu.
ada yang kencing, ngudud, ada pula yang ngopi, atau menonton proses penggantian ban bus STJ, tak terkecuali saya, yang sibuk motret bus ini.

Setelah itu baru kembali memasuki toll dan pak sopir melajukan bus ini dengan cepat, namun kru mengingatkan untuk tetap pada batas normalnya, atau bisa di katakan seperti semboyannya, Eleng Kuat Slamet.

Hingga akhirnya sampai juga di rest area kab.Indramayu, atau rumah makan Singgalang Jaya. di tempat itu sudah sepi bus lain, karena perjalanan delay sekitar hampir 2 jam.

Walaupun telat, dan di buru waktu finish sampai di tangerang, namun tidak mempersingkat waktu istirahat para penumpang, cukup jika untuk sholat maupun makan.

Saya menaiki bus ini bersama dengan penumpang lain berjumlah 17 orang dan satu ibu-ibu. berangkat dari daerah dan tujuan yang berbeda pula. ada yang sudah biasa naik bus ini, ada yang baru pertama kali, ada yang coba-coba, ada pula yang ketipu calo.

Namun pertama kali saya naik bus ini, saya merasakan menderita, bukan karena masalah perjalanan, namun saya kedinginan karena bus ini benar-benar dingin serasa hidup di dataran tinggi dieng tanpa mengenakan jaket. entah orang lain merasakan dingin yang sama atau tidak, yang jelas saya duduk di hot seat namun saya tidak kuat dengan udara dingin, hingga pada akhirnya saya berusaha adaptasi supaya tidak seperti orang tua.

Perjalanan sempat terhalang oleh bus pakde atau bus tua, bus pakde tidak mau mengalah dengan bus yang dikenal cepat ini setelah Po.Haryanto dengan banyak maniaknya.

Hingga akhirnya berhenti di SPBU atau rest area Cikampek, untuk melakukan oper penumpang, karena kebetulan banyak yang sama dengan tujuan saya, Cikokol. jadi saya tidak di oper ke bus lain. dua penumpang ke bus lain dan penumpang bus lain naik bus ini. karena tujuan paling dominan ialah di Cikokol, namun ada yang sampai Bitung 2 orang. yang biasanya bus malam datang dari arah utara atau Poris, bus ini jadinya dari arah selatan exit tol dan kemudian menurunkan penumpang termasuk saya di TangCity.

Dan pada akhirnya perjalanan saya dan pengalaman saya naik bus STJ ini kelakon atau sudah merasakan, tentunya ada drama di malam jum'at kliwon, yang mengakibatkan delay hampir 2 jam. namun saya sendiri tidak mempermasalahkan hal itu, justru saya bersyukur perjalan saya selamat sampai tujuan.. seperti semboyannya.

Terima kasih telah membaca maupun menonton Video ini. and see you until next time.

Berkomentarlah jika ada hal yang ingin ditanyakan sesuai Artikel