Pengalaman Menuju Grapari Telkomsel Pekalongan

Pengalaman Menuju Grapari Telkomsel Pekalongan


Skenario Titik Temu ke Grapari Telkomsel 

 Pengalaman Menuju Grapari Telkomsel Pekalongan

Kartu Perdana tiba – tiba keluar tanda silang, padahal tidak ada angin tidak ada hujan yang datang, namun sim card tiba – tiba menjadi logo silang, saya kira masalah jaringan yang biasa – biasa saja, saya menunggu sampai jaringan tersebut normal kembali, hingga saya mencoba untuk mode airplan / mode pesawat tempur, namun kembali lagi bahwa si logo tak mau merubah menjadi bar anak tangga, dan ternyata memang, bahwa sim card saya bermasalah disini.

Sampai pada akhirnya saya mencoba trik dimana saya menggosokkan sim card dengan benda yang teksturnya karet. Seharusnya penghapus pensil. Namun tidak ada jadi memakai barang seadanya. Jarum ejektor saya masukan, dan keluarlah sebuah benda padat yang bernama kartu perdana micro, saya coba gosokkan perlahan, dan saya coba pasang kembali ke tempat asal.
Dan apa yang terjadi, ya, berhasil, namun selang beberapa detik si logo silang itu muncul kembali. Dalam hati saya berkata, ancritt.

Tak berhenti disini, saya coba cari penghapus untuk membersihkan kuningan sim card tersebut,perlahan tapi pasti, simpel tapi pas ten, dan saya coba memasukan kembali lalu apa yang terjadi, tidak ada perubahan!, Dalam hati saya berkata, ancritt.

Selang beberapa saat saya mencoba trik dengan menggunakan cairan. Cairan minyak kayu putih cap lang, dengan bahan pelengkap selembar  tisu kering, kemudian saya mengepel kuningan sim card tersebut dengan perlahan tapi pasti, simpel tapi pas ten. Menggosok seperti orang yang masuk angin. Namun si kartu perdana ini tak mau mengeluarkan anginnya, atau sendawa, bisa jadi.

Kemudian setelah semuanya beres dan anginnya tak mau keluar, saya coba kembali memasukkan ke slot sim hp saya. Dan hasilnya tidak ada kemajuan. Sama seperti rasa yang tertinggal dalam khayalan. Dalam hati saya berkata, ancritt.

Jadi sampai disini, dan sebenarnya saya sudah mencoba puluhan kali dengan menggosokan kuningan berharga tersebut ke berbagai macam benda lunak, dan cair.
Namun hasilnya masih saja sama dengan rasa yang tertinggal.ancritt.

Hingga kemudian menemukan titik temu yang belum saya temukan, ya, Grapari Telkomsel. Jadi sebelumnya waktu itu, sudah lama, lamanya saya lupa, saya pernah ke Grapari Telkomsel yang berada di kota Pekalongan.
Tepatnya di depan monumen djoeang 45 kota pekalongan. Namun karna saya mengakses google maps pada hari sabtu, tempat tersebut tutup. Jadi harus menunggu sampai hari senin itu tiba. 

Disisi lain saya menemukan sebuah tempat baru dimana ada yang bertulis telkomsel, ternyata itu My Telkomsel. Berbeda dengan plaza telkom / galeri plaza telkomsel, dimana tempat tersebut melayani untuk keperluan internet,jaringan dan lain – lain. Namun tidak bisa untuk mengatasi masalah kartu perdana yang bermasalah seperti saya, sampai disini paham?

Lanjut, pada hari minggu saya mencoba pergi ke Pekalongan sekedar untuk mencari tahu, di My Telkomsel bisa atau tidak melayani masalah sim card yang bermasalah seperti artikel yang saya tulis ini. Saya On the way kesana dan menemukan tempatnya yang dalam keadaan sepi.dan tertutup pintu gerbang, namun ada satu motor, kemudian saya mencoba masuk. Dan melihat, ternyata ada pak satpam didalam. Saya mencoba bertanya kepadanya.

Dan sampai disini saya menemukan hasil dan jawabannya. Bahwa di My Telkomsel melayani penggantian kartu dari 3G untuk bisa upgrade ke 4G. Namun tidak bisa mengatasi masalah dalam masalah yang seperti masalah dalam artikel saya ini.

Disisi lain saya di kasih arahan bahwa untuk mengatasi masalah seperti dalam masalah saya ini, saya harus datang ke Grapari Telkomsel, bukan telkom – telkom yang lain. Dan Grapari di Pekalongan tersebut letaknya sekarang di depan stasiun Pekalongan, yang mana dulunya Grapari letaknya di depan monumen djoeang 45. Sekarang sudah tutup / pindah.

Sampai disini saya paham bahwa jam buka Grapari Telkomsel Pekalongan dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB, dari hari Senin hingga hari Jum’at. Dan Sabtu – Minggu tutup, karena karyawan juga butuh liburan. Padahal jika buka tiap hari pasti akan mempermudah juga mengatasi masalah seperti permasalahan kartu perdana saya, karena kita tidak tahu masalah apa yang akan datang di hari - hari weekend, dan bagaimana kita segera merecovery nya apabila ada data – data penting yang tidak bisa diakses karena kartu bermasalah. Namun kembali lagi ke persoalan tadi bahwa karyawan juga butuh liburan.

Kemudian di hari Senin waktu 09.00 saya on the way ke Grapari Pekalongan, yang letaknya persis di depan Stasiun Kota Pekalongan. Dan ternyata tempat tersebut masih dalam tahap renovasi. Tampak dari depan memang terlihat seperti gedung yang luas,dengan bangunan berwarna merah ala Telkomsel. Sampai disana saya diarahkan ke samping gedung dimana disitu khusus untuk parkir kendaraan bermotor roda dua.

Jadi karena di indonesia dan khususnya di Kota Pekalongan sedang dalam masa – masa sulit pandemi, dimana Virus Corona menyebar ke berbagai negara, maka tak heran jika disetiap gedung pelayanan terdapat tempat untuk mencuci tangan serta banyak kertas sebaran yang melekat di dinding – dinding kaca bertulis covid-19 serta pelayanan agak kurang maksimal.

Sebelum masuk saya mencuci tangan terlebih dahulu, sesuai anjuran. Karena ada fasilitas juga. manfaatkan fasilitas sebaik mungkin. Membuka pintu masuk dan ternyata masih sepi pengunjung, karena kembali ke masalah tadi ada virus corona dan tidak adanya masalah seperti masalah saya ini. Jadi yang datang hanya orang – orang yang sedang dalam masalah, sim cardnya.

Disini saya mengantri cukup lumayan lama, hingga kemudian di panggil sesuai nomor antrian, okelah saya menuju kursi permasalahan dan disana saya bertemu seseorang yang akan mengatasi permasalahan kartu perdana saya yang rusak termakan oleh janji palsu, wah.

Selamat siang dengan saya ulvi ada yang bisa saya bantu disini. kira – kira seperti itu. Dan sudah pasti ada, jadi saya mau ganti kartu mba’ karena kartu saya rusak termakan oleh janji – janji palsu,tapi bukan seperti itu juga dialognya. Yang pasti intinya adalah saya ingin mengganti kartu perdana saya yang rusak, karena terlalu sering di copot.

Ya, kemudian saya disuruh menunjukkan KTP saya, dan kemudian diberi beberapa pertanyaan tentang perjalanan hidup. Perjalanan hidup sim card maksudnya. Disitu saya jelaskan apa masalah yang sedang saya hadapi bersama sim card tersebut. Banyak pertanyaan dan tidak bisa saya jabarkan dengan kata – kata, karena saya juga lupa. Dan karena saya menggunakan kartu tersebut pula untuk keperluan M-Banking saya dimintai SIM juga yang dimana saya akan perpanjang pada hari itu. Semua data – data telah dikumpulkan, di copy, dan di scan, kemudian saya disuruh menandatangi perjanjian pembukaan sim card baru kembali.

Nah, setelah di olah – olah utak – atik ngeklak – ngeklik , copot pasang, yang menggunakan hape jadul Nok kia, kemudian saya di suruh pegang KTP dengan difoto mengguakan tablet, entah itu seperti mau melakukan pinjaman online, yang pasti jelasnya itu untuk proses verifikasi data bahwa si pemilik sim card itu benar milik saya.

Di proses itu saya di kasih sebuah pilihan. Ada beberapa paket untuk mengisi kekosongan hati, hati sim card saya maksudnya, dimana mau di kasih paket nelfon / sms atau internet atau yang lainnya, saya lupa. Intinya memilih paket, dimana paket tersebut ada harganya, saya memilih paket internet dengan biaya 90 ribu . sebenarnya 87 ribu, namun sisanya itu nanti akan dijadikan pulsa. Karena disini kita tidak membayar kartu perdana baru. Tapi kita disuruh untuk membeli paketnya saja.

Semua sudah beres dan ucapan terima kasih tak pula saya kasihkan ke mba’ yang mengatasi permasalahan hati saya yang dilema oleh rusaknya kartu perdana yang telah lama menemani ke berbagai penjuru dunia dengan andorid. Kemudian saya pergi dengan rasa yang tertinggal, entah rasa itu apa, seperti tak nyata, namun itu nyata adanya, puitis juga endingnya.

Okelah jadi seperti itu Skenario titik temu ke Grapari Telkomsel. Dimana sim card saya bisa berjalan normal kembali dan pastinya tidak termakan oleh janji palsu yang menghancurkan harapan – harapan untuk selalu berkarya dalam dunia maya.
Semoga bermanfaat skenario dari AcraSena, semoga terhibur, dan semoga terbantu dengan adanya artikel ini bagi kalian yang sedang dalam masa – masa sulit sim cardnya.
See you on the next time, stay classic,stay with AcraSena.

KESIMPULAN / TIPS DAN TRIK :

1.    Jika kartu kalian bermasalah pada hari weekend, Sabtu atau Minggu, kalian bisa coba trik dengan Cleaning kartu perdana kalian dengan penghapus pensil, dan lakukan dengan hati – hati. Ini untuk berjaga – jaga sembari menunggu Grapari buka di hari Senin – Jum’at. Jika berhasil dan kartu bisa digunakan selamat!. Namun baiknya kalian tetap ganti dan bawa ke Grapari untuk sebuah kartu sim yang baru, kita tidak tahu masalah itu bisa – bisa muncul kembali lain waktu, karena kartu sim kalian sudah rusak kuningannya. Jadi, segeralah ganti. ( jika masalahnya seperti saya )

2.    Datanglah ke Grapari terdekat, di hari jam buka Grapari, biasanya melayani di hari Senin sampai Jum’at jam 08.00 sampai jam 15.00. biasanya.

3.    Datang lebih awal dan ambil nomor antrian, apabila tidak ada petugas yang mengambilkan nomor antrian, ambil saja nomornya untuk berjaga – jaga agar tidak keduluan orang lain. Ini dimaksudkan bagi kalian yang mengejar waktu dan tidak suka lama – lama menunggu, selebihnya ikuti prosedur yang ada.

4.    Bawa kartu identitas, KTP dan juga SIM, foto kopi KK juga mungkin bisa digunakan nanti, untuk jaga – jaga saja apabila dimintai data yang akurat. Dan biasanya di tanyain nama ibu kandung.

5.    Bawa Uang pastinya, karena bisanya kita di haruskan membeli paket, entah itu paket nelfon atau internet, yang jelas itu digunakan untuk mengganti biaya administrasi kartu perdana baru, Bawalah uang minimal 100 ribu. Lebih juga tidak masalah untuk nanti beli es teh dan bakso.

6.    Bawa penyakitnya, atau Sim Card maksudnya, jika masalahnya seperti saya, sim card error / rusak.

7.    Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah ke ruang titik temu permasalahan, karena lagi musim covid-19.

1 komentar

Berkomentarlah jika ada hal yang ingin ditanyakan sesuai Artikel